https://lunggi.mgmppaisbs.org/index.php/jbo/issue/feedLUNGGI2024-04-10T13:22:23+00:00Dr. Kaspullah, MSI.mgmppaisbs@gmail.comOpen Journal Systems<p>Lunggi (Lembar Unggulan Generasi Islami) : Journal of Islamic Religious Education merupakan Jurnal Pendidikan Islam yang diterbitkan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP-PAI) Kabupaten Sambas</p>https://lunggi.mgmppaisbs.org/index.php/jbo/article/view/51MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI ZAKAT PADA PESERTA DIDIK KELAS V MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SDN 20 SUNGAI TENGAH 2024-04-09T15:49:44+00:00Abdul Wahabwahabmantab@gmail.com<p>Rendahnya hasil belajar pelajaran PAI peserta didik tersebut mengindikasikan ada <em>“sesuatu yang salah“ </em>dalam pembelajarannya. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman pribadi penulis selama proses pembelajaran berlangsung, faktor penyebabnya antara lain 1) aktivitas belajar peserta didik sangat rendah; terindentifikasi dari minat bertanya peserta didik kurang, kurang berani mengemukakan pendapat, kurang berani mengajukan gagasan, tidak mau mengajukan hipotesis, kurang percaya diri, kurang mau menyiapkan diri dalam belajar. Aktivitas belajar merupakan kegiatan dalam proses belajar seperti bertanya, mengajukan pendapat, mendiskusikan bahan ajar, mengerjakan tugas-tugas, serta interaksi peserta didik dengan peserta didik, peserta didik dengan bahan ajar, peserta didik dengan sumber belajar. 2) nilai hasil belajar fisika peserta didik cukup rendah. Penelitian Tindakan Kelas ini dalam analisis data menggunakan model spiral dari kemmis dan Taggart yang terdiri dari beberapa siklus tindakan dalam pembelajaran berdasarkan refleksi mengenai hasil dari tindakan- tindakan pada siklus sebelumnya, dimana setiap siklus tersebut terdiri dari empat tahapan yang meliputi perencnaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi) dan refleksi. Pembelajaran berbasis masalah <em>(problem based learning)</em> adalah sebuah model pembelajaran yang memanfaatkan masalah yang nyata, dengan tujuan mempersiapkan dan membiasakan siswa menghadapi masalah yang akan dihadapi dalam kehidupannya. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan penerapan model <em>problem based learning</em> pada materi zakat dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 20 Sungai Tengah Kecamatan Paloh. Peningkatan tersebut terlihat dari nilai rata-rata posttest siklus I yaitu 66,50 dengan nilai ketuntasan mencapai 35%. Sedangkan nilai rata-rata posttest siklus II yaitu 82 dengan nilai ketuntasan mencapai 90%. Dengan demikian penerapan model <em>problem based learning</em> dianggap berhasil dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi zakat karena telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.</p>2024-04-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 https://lunggi.mgmppaisbs.org/index.php/jbo/article/view/52MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING MATERI SHALAT DIKELAS VII SMP NEGERI 1 PEMANGKAT TAHUN PELAJARAN 2022/20232024-04-09T16:01:53+00:00U. Fauziahfauziah55@gmail.com<p>Salah satu di antara masalah besar dalam bidang pendidikan di Indonesia yang banyak diperbincangkan adalah rendahnya mutu pendidikan yang tercermin dari rendahnya rata-rata prestasi belajar. Masalah lain adalah bahwa pendekatan dalam pembelajaran masih terlalu didominasi peran guru teacher centered guru lebih banyak menempatkan peserta didik sebagai objek dan bukan subjek didik. Pendidikan kita kurang memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam berbagai mata pelajaran, untuk mengembangkan kemampuan berpikir holistik (menyeluruh), kreatif, objektif, dan logis. Untuk mengatasi masalah ini, pendekatan pembelajaran menggunakan metode discovery learning, dalam Tindakan kelas untuk menyampaikan materi, terutama pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Diharapkan dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PAI. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang meliputi dua siklus. Siklus I yang meliputi tahap perencanaan tindakan, tahap pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. sedangkan siklus II meliputi planning, action, observasi dan refleksi. Hasil observasi aktivitas yang dilakukan guru selama pembelajaran pada pra siklus menunjukkan ada 13 aktivitas dengan persentase 84,6% dengan kategori Baik. Dan aktivitas guru dalam menerapkan strategi <em>Discovery Learning </em>dalam pembelajaran pada siklus I dengan persentase sebesar 94,7% dan kategori baik sekali. Sedangkan pada siklus II guru memperoleh pesentase hasil kegiatan mengajar sebesar 100%. Dengan demikian terjadi peningkatan aktivitas guru dari tahapan awal prasiklus sebesar 10,1% pada siklus 1 dan 15,4% pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa guru menguasai kegiatan pembelajaran dengan menggunakan strategi <em>Discovery Learning </em>yang diterapkan pada siswa saat pembelajaran berlangsung. Peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran dengan menerapkan strategi <em>Discovery Learning </em>sesuai dengan yang diharapkan.</p>2024-04-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 https://lunggi.mgmppaisbs.org/index.php/jbo/article/view/53PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI ASMAUL HUSNA (AL-MUHYI DAN AL-MUMIT) MELALUI MODEL DISCOVERY BASED LEARNING PADA SISWA KELAS V SDN 14 KARTI KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS 2024-04-09T16:11:08+00:00Andi Sulastri Juniastutyandioke45@gmail.com<p>Guru tidak hanya bisa menguasai materi saja, tetapi juga mampu melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang sesuai dengan kemampuan siswa sehingga hasil yang diharapkan dapat optimal. Penerapan model Discovery Based Learning (Pembelajaran Berbasis Penemuan) merupakan alternatif yang menarik dan berpotensi dalam membantu siswa memahami materi Asmaul Husna (al-Muhyi dan al-Mumit) secara lebih mendalam. Model ini tekanan pada proses eksplorasi, penemuan, dan pemahaman melalui pengalaman langsung dan partisipasi aktif siswa. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. penelitian yang dilakukan ketika sekelompok orang (siswa) mengidentifikasi permasalahannya, kemudian peneliti (guru) menetapkan suatu tindakan untuk mengatasinya. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas V SDN 14 Karti. Benar-benar 24 jeruk. Ada 17 jeruk per hari dan masing-masing 7 jeruk. Penelitian ini menggunakan 2 siklus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, pemaparan, dan penulisan secara tertulis. Penerapan Model Discovery Based Learning Pada Siswa Kelas V SDN 14 Karti materi Asmaul Husna (al-muhyi dan al-mumit) Mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Ada 100.000 29,17% (7 jeruk, 29,17%), 12,50% (21,87,5%). Tidak perlu memisahkan manusia dari dunia laki-laki, namun mereka juga berhak melakukan hal tersebut, namun model laki-laki didasarkan pada model Discovery Based Learning. Model ini adalah cara yang digunakan guru dalam membelajarkan siswa agar terjadi interaksi dan proses belajar yang efektif dalam pembelajaran. Hasil belajar siswa di kelas V SD Negeri 14 Karti Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, terhadap pembelajaran pai materi Asmaul Husna (Al-Muhyi dan Al-Mumit) mencapai peningkatan yang signifikan dilihat dari nilai evaluasi seswa dari pra siklus, siklus 1, dan siklus 2.</p>2024-04-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 https://lunggi.mgmppaisbs.org/index.php/jbo/article/view/54PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIDANG STUDI FIQH PADA SISWA KELAS IV SDN 25 SEKABAU2024-04-09T16:20:04+00:00Betybetysambas78@gmail.com<p>Guru berperan sebagai <em>fasilitator </em>yang berfungsi sebagai jambatan penghubung ke arah pemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan peserta didik sendiri. Guru tidak hanya memberikan pengetahuan pada peserta didik, tapi juga harus membangun pengetahuan dalam pikirannya. Peserta didik mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam menetapkan ide-ide mereka ini sendiri<sup>. </sup>Oleh karena itu, seorang guru atau calon guru tidak saja harus dapat menguasai pelajaran, tetapi seorang guru dituntut untuk dapat membangkitkan minat belajar peserta didik dengan berbagai model pembelajaran yang tepat agar peserta didik termotivasi untuk belajar, dan peserta didik dapat meraih keberhasilan belajar dengan sebaik-baiknya. Model pembelajaran <em>kooperatif </em>tipe <em>jigsaw </em>ini, setiap peserta didik pada masing-masing kelompoknya mempunyai tanggung jawab terhadap materi yang diberikan pada peserta didik dalam bentuk <em>teks</em>. Setiap anggota dari dalam kelompok yang berbeda dengan topik yang sama bertemu untuk diskusi antar ahli saling membantu satu sama lain tentang topik pembelajaran yang ditugaskan. Kemudian para anggota kelompok itu kembali pada kelompoknya masing-masing untuk menjelaskan kepada anggota kelompoknya tentang materi pokok yang telah dipelajari. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari perencanaan, melakukan tindakan, mengamati dan merefleksi. Penelitian tindakan kelas (PTK) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan rasional dan tindakan pendidik dalam melaksankan tugas sehari-hari, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan serta memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran tersebut dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran. menggunakan model pembelajaran <em>kooperatif </em>tipe <em>jigsaw </em>sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan memperoleh kategori baik dalam memahami materi usia baligh’ pada kelas IV di SDN 25 Sekabau. Pengamatan aktivitas guru pada pelaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II sudah mencapai kategori baik, yaitu pada siklus I memperoleh skor 94,1 dan lebih meningkat lagi pada siklus II yaitu 98,0 dan dua siklus tersebut mencapai kategori baik. Dan hasil ini sudah memenuhi target yang diharapkan. Pengamatan aktivitas belajar peserta didik pada pembelajaran siklus I yaitu memperoleh nilai sebesar 73,9 dan masih dalam kategori cukup. Dan aktivitas belajar peserta didik pada pembelajaran siklus II mengalami peningkatan yaitu memperoleh skor 85, dan termasuk dalam kategori baik siklus II mengalami peningkatan dan mencapai nilai optimal, yaitu pada <em>pre-test II </em>dengan memperoleh skor 80 dan termasuk kedalam kategori baik dan <em>post-test II </em>memperoleh skor 96 dengan kategori baik dan memperoleh hasil yang sangat memuaskan.</p>2024-04-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 https://lunggi.mgmppaisbs.org/index.php/jbo/article/view/55MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PAI MELALUI METODE PROBLEM BASED LEARNING MATERI ASMAUL HUSNA PADA SISWA KELAS 7 SMPN 2 GALING TA 2023-20242024-04-09T16:29:03+00:00Ika Muiartiikacantik@gmail.com<p><em> </em></p> <p>Mata pelajaran PAI suatu sistem yang susunannya baik dan mempunyai cabang serta memiliki sistem yang rumit yang diciptakan manusia untuk memberikan pemahaman tentang isi bumi. Ciri pelajaran PAI yang kompleks membuat PAI sulit untuk di pelajari dan menakutkan sehingga daya tarik siswa pada pelajaran PAI kurang. Dengan demikian, supaya siswa tertarik untuk mempelajarinya sebagai seorang guru kita harus mampu memilih model PAI yang menarik, mudah dipahami siswa, menggugah semangat, manantang, terlibat langsung, dan pada akhirnya dapat menjadi siswa cerdas dalam Agama khususnya Pendidikan Agama Islam. Kesiapan peserta didik dalam menerima pelajaran akan memudahkan peserta didik dalam penerimaan materi yang di sampaikan oleh guru. Permasalahan di atas dapat diatasi agar para guru memiliki kemampuan untuk mengetahui, memilih dan menerapkan model-model pembelajaran yang lebih bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan siswanya di kelas sehingga siswa dapat berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Untuk mencapai tujuan pembelajaran PAI di atas maka model pembelajaran yang dapat membantu siswa adalah Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yaitu sebuah metode pembelajaran yang menekankan pada sekitar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang berpusat pada pembelajaran PAI. Prosedur penelitian ini meliputi 2 siklus dan terdiri dari empat tahap utama: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil analisis lembar observasi dalam penerapan model pembelajaran demonstrasi dalam meningkatkan minat belajar peserta didik pada siklus I terdapat kesimpulan pencapaian indikator sebesar 40,91% dengan ketagori cukup. Hasil analisis lembar observasi dalam penerapan model pembelajaran PBL dalam meningkatkan minat belajar peserta didik pada siklus II terdapat kesimpulan pencapaian indikator sebesar 90,91% dengan ketagori sangat baik. Hasil perbaikan pembelajaran yang dilihat dari data lembar observasi penerapan model pembelajaran PBL dalam meningkatkan minat belajar siswa antara siklus I dengan siklus II memperlihatkan adanya penambahan indikator ketercapaian sebesar 50%.</p>2024-04-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 https://lunggi.mgmppaisbs.org/index.php/jbo/article/view/56MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI METODE JIGSAW DI KELAS X SMA NEGERI 1 PEMANGKAT SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2022/20232024-04-09T16:39:12+00:00Imelda WulandariImeldawulandari@gmail.com<p>Idealnya tugas guru dalam mengajar adalah aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik- baiknya dan menghubungkannya dengan aktivitas siswa, sehingga terjadi proses belajar. Fungsi guru hanya membimbing siswa yang belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pemahamannya atas materi pelajaran. Metode pembelajaran Jigsaw bertujuan untuk meningkatkan kepribadian siswa dengan rasa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Dengan metode Jigsaw ini, siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga memberikan dan mengajarkanya pada anggota kelompok yang lain, sehingga adanya saling ketergantungan dengan siswa lain dan mesti bekerjasama, untuk mempelajari materi yang ditugaskan guru. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan suatu upaya untuk mencermati kegiatan belajar sekelompok peserta didik dengan memberikan sebuah tindakan (treatment) yang sengaja dimunculkan. Tindakan tersebut dilakukan oleh guru, oleh guru bersama-sama dengan peserta didik, atau oleh peserta didik di bawah bimbingan dan arahan guru, dengan maksud untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Prosedur PTK ini meliputi beberapa siklus dan terdiri dari empat tahap utama: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Haasil analisis menunjukan bahwa dari jumlah siswa satu kelas 28 ini tidak ada yang tidak hadir. Nilai evaluasi 28 orang adalah sebanyak 8 siswa mendapatkan nilai sangat baik atau kategori A, sebanyak 16 siswa mendapatkan nilai baik atau kategori B dan 8 orang mendapatkan nilai cukup atau kategori C. Hal ini belum mencapai indikator dengan KKTP 70 sebanyak 80% dari jumlah siswa. Dari hasil nilai evaluasi menunjukkan bahwa pada siklus II ini, siswa hadir semuanya yaitu berjumlah 28 orang siswa. Berdasarkan nilai hasil belajar pelaksanaan pembelajaran pada siklus II dapat peneliti uraikan bahwa pada siklus II semua siswa tuntas dengan nilai 86-100 sebanyak 6 siswa 21,42% dengan kategori sangat baik (A) dan nilai 71-85 sebanyak 22 siswa 78,57% dengan kategori baik (B). Hal ini sudah mencapai indikator pencapaian nilai yaitu KKTP 70 sebanyak 100% dari seluruh jumlah siswa.</p> <p> </p>2024-04-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 https://lunggi.mgmppaisbs.org/index.php/jbo/article/view/57PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI SHOLAT FARDHU DAN SUJUD SAHWI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) SMP NEGERI 4 GALING TAHUN 20232024-04-10T12:28:00+00:00Paridaparidasambas36@gmail.com<p>Masalah yang dihadapi oleh siswa/peserta didik yaitu masih banyak yang belum memahami tentang Shalat Fardhu dan Sujud Sahwi. Hal tersebut terjadi karena siswa hanya mendengarkan dan mencatat materi yang disampaikan oleh guru. Hal ini berdampak pada pemahaman dan hasil belajar peserta didik. Apalagi mengingat sholat fardu dan sujud sahwi yang sangat penting karena sebagai modal kelak jika melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya dan dalam hidup bermasyarakat. Maka diperlukan strategi pembelajaran lain yang dapat membantu peserta didik memahami pelajaran Student Team Achievement Division (STAD) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi para guru. Student Team Achievement Division (STAD) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi para guru. STAD merupakan salah satu rangkaian teknik pengajaran yang dikembangkan dan di teliti universitas dan john hopkins yang secara umum dikenal sebagai kelompok belajar peserta didik. Pada model pembelajaran STAD, siswa dibiasakan untuk bekerja kelompok dan saling membantu, sehingga jika ada anggota kelompok yang belum memahami materi siswa yang lain dalam kelompok tersebut bertanggung jawab untuk menjelaskan sampai semua anggota kelompok memahami materi. Metode penelitian kualitaif ini berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan meneliti pada kondisi alamiah (lawannya eksperimen) dimana peneliti berperan sebagai instrumen kunci dan teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan). Analisis data pada penelitian ini menggunakan model miles, huburman yang bersifat induktif atau kualitatif. Peningkatan hasil belajar siswa tersebut dapat dibuktikan dari nilai hasil belajar siswa setiap siklus mengalami peningkatan. Seperti data yang dipaparkan sebelumnya bahwasannya dari pra tindakan kemudian siklus I mengalami kenaikan ketuntasan siswa sebanyak 23%, dan dari siklus I dilanjutkan siklus II mengalami kenaikan 35%. Pada siklus II ini diberhentikan karena 100% siswa telah mencapai ketuntasan, sehingga penerapan media video scribe tersebut dapat dikatakan berhasil dalam meningkatkan hasil belajar PAI.</p>2024-04-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 https://lunggi.mgmppaisbs.org/index.php/jbo/article/view/58PENERAPAN STRATEGI TIME TOKEN UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SALATIGA KEC. SALATIGA KAB. SAMBAS TAHUN PELAJARAN 2023/20242024-04-10T12:43:16+00:00Ratih Sasfianiratih45@gmail.com<p>Strategi pembelajaran adalah seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum, sedang dan sesudah pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas yang terkait yang digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam proses belajar mengajar.Strategi pembelajaran juga dapat diartikan sebagai pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum, merancang bahan pembelajaran di kelas serta untuk mencapai tujuan tertentu<em>. </em>Strategi Time Token ini juga merupakan cara penyajian pelajaran dengan membuat pengaturan waktu berbicara dan pemberian kesempatan untuk berbicara kepada masing-masing siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas X di SMA Negeri 1 Salatiga yang berlokasi di desa Serumpun Kecamatan Salatiga Kab. Sambas. Subjek penelitian merupakan orang yang akan diteliti dalam penelitian. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Salatiga kab. Sambas yang berjumlah 20 orang yang terdiri dari 16 perempuan dan 4 laki-laki. Jenis penelitian yang peneliti yang dilakukan adalah jenis penelitian kualitatif, penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian menghasil kan data deskriftif yang berupa uacapan atau tulisan dan prilaku yang dapat diamati oleh subjek itu sendiri. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa penerapan strategi Time token dapat meningkatkan hasil belajar muatan pelajaran PAI pada peserta didik kelas X SMAN 1 Salatiga Kabupaten Sambas. Peningkatan hasil belajar tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya masing-masing kompetensi. Dengan menerapkan strategi Time token, hasil belajar kompetensi pada pembelajaran PAI pada peserta didik kelas X Salatiga Kabupaten Sambas meningkat. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar dalam pembelajaran tersebut pada tiap siklusnya. Dari hasil observasi hasil belajar peserta didik pada siklus 1 memperoleh persentase ketuntasan klasikal 70%. Pada siklus 2 ketuntasan hasil belajar meningkat. Pada kompetensi ketuntasan klasikal 80%, Dari simpulan tersebut maka hipotesis tindakan yang telah peneliti rumuskan yakni pembelajaran strategi Time token terbukti dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X pada mata pelajaran PAI di SMAN 1 Salatiga Kabupaten Sambas.</p>2024-04-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 https://lunggi.mgmppaisbs.org/index.php/jbo/article/view/59PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS VII D SMP NEGERI 3 SAMBAS TAHUN 2023/20242024-04-10T12:59:55+00:00Sumiarti Titiksumiartisambas86@gmail.com<p>Keberhasilan kegiatan pembelajaran di kelas dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dua faktor penting yang menentukan keberhasilan kegiatan pembelajaran adalah faktor pendidik dan peserta didik. Hal ini disebabkan pendidik dan peserta didik yang terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Peserta didik merupakan subjek yang menjadi sasaran pendidikan, sedangkan pendidik adalah subjek yang sangat berperan dalam usaha membelajarkan peserta didik. Penguasaan materi dari seorang pendidik, dituntut keterampilan menyampaikan materi yang akan diberikan. Cara pendidik menciptakan suasana di kelas sangat berpengaruh pada reaksi yang ditampilkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Jika pendidik berhasil menciptakan suasana yang menyebabkan peserta didik termotivasi dan aktif dalam belajar, maka memungkinkan peningkatan hasil belajar sesuai yang diharapkan. Salah satu model yang dapat diterapkan untuk menghadapi kemampuan peserta didik yang heterogen adalah model pembelajaran kooperatif tipe <em>learning together</em>. Pada model pembelajaran kooperatif tipe <em>learning together</em>, peserta didik dibentuk oleh 5-6 orang peserta didik yang heterogen untuk mengerjakan sebuah lembar tugas. Setiap kelompok hanya diberikan satu lembar kerja. Mereka kemudian diberikan pujian dan penghargaan berdasarkan hasil kerja kelompok. jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Pemilihan jenis PTK karena peneliti terlibat langsung dan sudah merupakan tugas peneliti sebagai pendidik yang harus selalu berusaha meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan kajian tentang situasi sosial dan pandangan untuk rneningkatkan mutu tindakan yang ada di dalamnya. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk memberikan, pertimbangan praktis dalam situasi nyata. Hasil belajar peserta didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas VII C SMP Negeri 3 Sambas sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe learning together menunjukan hasil di bawah KKTP (70). Proses penerapan model pembelajaran kooperatif tipe learning together pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam disetiap siklus menunjukan perubahan yang positif. Terbukti dengan keaktifan dan keterlibatan dari peserta didik baik secara fisik, mental, emosional dan kemampuan intelektual. Hal ini dibuktikan dengan meningkatkan hasil belajar peserta didik secara berturut-turut dari pertemuan ke-1 yaitu 68; pertemuan ke-2 yaitu 75. Hasil belajar peserta didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas VII C SMP Negeri 3 Sambas setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe learning together menunjukan hasil yang memuaskan. Prestasi ini terlihat dari hasil evaluasi peserta didik, terlihat nilai 60akhir peserta didik pada siklus II sudah melebihi KKTP (70) yaitu dengan rata-rata nilai 70.</p> <p><em> </em></p>2024-04-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 https://lunggi.mgmppaisbs.org/index.php/jbo/article/view/60PENGGUNAAN MODEL MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI ASMAUL HUSNA KELAS IV SDN 31 SAIYUNG KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS TAHUN PELAJARAN 2022/2023 2024-04-10T13:22:23+00:00ToyyibahToyyibahelegan@gmail.com<p>Dalam proses pembelajaran PAI diharapkan peserta didik lebih aktif, sehingga akan berdampak pada ingatan peserta didik tentang apa yang dipelajari. Suatu konsep akan mudah dipahami dan diingat oleh peserta didik bila konsep tersebut disajikan melalui prosedur dan langkah-langkah yang tepat, jelas, dan menarik. Keaktifan dan pemahaman peserta didik dalam proses pembelajaran merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar. Strategi pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang mengharuskan semua peserta didik dalam satu kelompok untuk belajar bersama sekaligus bekerjasama sehingga diperoleh pengetahuan baru. <em>Make a match</em> adalah strategi pembelajaran dimana peserta didik belajar dalam kondisi yang mengasyikkan dengan cara mencari pasangan sembari mempelajari suatu konsep dan topik tertentu. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan <em>(field research) </em>dengan menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Sedangkan dilihat dari pendekatannya disajikan dalam bentuk kualitatif. Penelitian tindakan kelas adalah proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam kelas melalui refleksi diri dan upaya untuk memecahkannya dengan cara melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalisis setiap pengaruh dari tindakan tersebut. presentasi keaktifan peserta didik menunjukkan menunjukkan bahwa peserta didik yang aktif mencapai 55% dan peserta didik yang sangat aktif mencapai 45% , dan tidak terdapat peserta didik yang tidak aktif maupun kurang aktif. Hasil pengamatan pada tabel 19, 20 dan 21 serta gambar 5 tentang data hasil belajar peserta didik menunjukkan bahwa peserta didik yang mendapat nilai sama atau lebih dari KKTP (tuntas) mencapai 100 % sedangkan peserta didik yang mendapat nilai dibawah KKTP (belum tuntas) adalah 0 %.</p> <p><em> </em></p>2024-04-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024