PENGGUNAAN MODEL MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI ASMAUL HUSNA KELAS IV SDN 31 SAIYUNG KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Authors

  • Toyyibah Sekolah Dasar Negeri 31 Saiyung- Kabupaten Sambas

Keywords:

metode, make match, hasil belajar, asmaul husna

Abstract

Dalam proses pembelajaran PAI diharapkan peserta didik lebih aktif, sehingga akan berdampak pada ingatan peserta didik tentang apa yang dipelajari. Suatu konsep akan mudah dipahami dan diingat oleh peserta didik bila konsep tersebut disajikan melalui prosedur dan langkah-langkah yang tepat, jelas, dan menarik. Keaktifan dan pemahaman peserta didik dalam proses pembelajaran merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar. Strategi pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang mengharuskan semua peserta didik dalam satu kelompok untuk belajar bersama sekaligus bekerjasama sehingga diperoleh pengetahuan baru. Make a match adalah strategi pembelajaran dimana peserta didik belajar dalam kondisi yang mengasyikkan dengan cara mencari pasangan sembari mempelajari suatu konsep dan topik tertentu. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Sedangkan dilihat dari pendekatannya disajikan dalam bentuk kualitatif.  Penelitian tindakan kelas adalah proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam kelas melalui refleksi diri dan upaya untuk memecahkannya dengan cara melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalisis setiap pengaruh dari tindakan tersebut. presentasi keaktifan peserta didik menunjukkan menunjukkan bahwa peserta didik yang aktif mencapai 55% dan peserta didik yang sangat aktif mencapai 45% , dan tidak terdapat peserta didik yang tidak aktif maupun kurang aktif.  Hasil pengamatan pada tabel 19, 20 dan 21 serta gambar 5 tentang data hasil belajar peserta didik menunjukkan bahwa peserta didik yang mendapat nilai sama atau lebih dari KKTP (tuntas) mencapai 100 % sedangkan peserta didik yang mendapat nilai dibawah KKTP (belum tuntas) adalah 0 %.

 

Downloads

Published

2024-04-10