PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI SHOLAT FARDHU DAN SUJUD SAHWI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) SMP NEGERI 4 GALING TAHUN 2023

Authors

  • Parida Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Galing - Kabupaten Sambas

Keywords:

hasil belajar, materi sholat, tipe student team achievement division

Abstract

Masalah yang dihadapi oleh siswa/peserta didik yaitu masih banyak yang belum memahami tentang Shalat Fardhu dan Sujud Sahwi. Hal tersebut terjadi karena siswa hanya mendengarkan dan mencatat materi yang disampaikan oleh guru. Hal ini berdampak pada pemahaman dan hasil belajar peserta didik. Apalagi mengingat sholat fardu dan sujud sahwi yang sangat penting karena sebagai modal kelak jika melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya dan dalam hidup bermasyarakat. Maka diperlukan strategi pembelajaran lain yang dapat membantu peserta didik memahami pelajaran Student Team Achievement Division (STAD) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi para guru.  Student Team Achievement Division (STAD) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi para guru. STAD merupakan salah satu rangkaian teknik pengajaran yang dikembangkan dan di teliti universitas dan john hopkins yang secara umum dikenal sebagai kelompok belajar peserta didik. Pada model pembelajaran STAD, siswa dibiasakan untuk bekerja kelompok dan saling membantu, sehingga jika ada anggota kelompok yang belum memahami materi siswa yang lain dalam kelompok tersebut bertanggung jawab untuk menjelaskan sampai semua anggota kelompok memahami materi.  Metode penelitian kualitaif ini berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan meneliti pada kondisi alamiah (lawannya eksperimen) dimana peneliti berperan sebagai instrumen kunci dan teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan). Analisis data pada penelitian ini menggunakan model miles, huburman yang bersifat induktif atau kualitatif. Peningkatan hasil belajar siswa tersebut dapat dibuktikan dari nilai hasil belajar siswa setiap siklus mengalami peningkatan. Seperti data yang dipaparkan sebelumnya bahwasannya dari pra tindakan kemudian siklus I mengalami kenaikan ketuntasan siswa sebanyak 23%, dan dari siklus I dilanjutkan siklus II mengalami kenaikan 35%. Pada siklus II ini diberhentikan karena 100% siswa telah mencapai ketuntasan, sehingga penerapan media video scribe tersebut dapat dikatakan berhasil dalam meningkatkan hasil belajar PAI.

Downloads

Published

2024-04-10