MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI METODE JIGSAW DI KELAS X SMA NEGERI 1 PEMANGKAT SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Authors

  • Imelda Wulandari Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Pemangkat- Kabupaten Sambas

Keywords:

hasil belajar, PAI, Jigsaw

Abstract

Idealnya tugas guru dalam mengajar adalah aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik- baiknya dan menghubungkannya dengan aktivitas siswa, sehingga terjadi proses belajar. Fungsi guru hanya membimbing siswa yang belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pemahamannya atas materi pelajaran. Metode pembelajaran Jigsaw bertujuan untuk meningkatkan kepribadian siswa dengan rasa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Dengan metode Jigsaw ini, siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga memberikan dan mengajarkanya pada anggota kelompok yang lain, sehingga adanya saling ketergantungan dengan siswa lain dan mesti bekerjasama, untuk mempelajari materi yang ditugaskan guru. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan suatu upaya untuk mencermati kegiatan belajar sekelompok peserta didik dengan memberikan sebuah tindakan (treatment) yang sengaja dimunculkan. Tindakan tersebut dilakukan oleh guru, oleh guru bersama-sama dengan peserta didik, atau oleh peserta didik di bawah bimbingan dan arahan guru, dengan maksud untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Prosedur PTK ini meliputi beberapa siklus dan terdiri dari empat tahap utama: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Haasil analisis menunjukan bahwa dari jumlah siswa satu kelas 28 ini tidak ada yang tidak hadir. Nilai evaluasi 28 orang adalah sebanyak 8 siswa mendapatkan nilai sangat baik atau kategori A, sebanyak 16 siswa mendapatkan nilai baik atau kategori B dan 8 orang mendapatkan nilai cukup atau kategori C. Hal ini belum mencapai indikator dengan KKTP 70 sebanyak 80% dari jumlah siswa. Dari hasil nilai evaluasi menunjukkan bahwa pada siklus II ini, siswa hadir semuanya yaitu berjumlah 28 orang siswa. Berdasarkan nilai hasil belajar pelaksanaan pembelajaran pada siklus II dapat peneliti uraikan bahwa pada siklus II semua siswa tuntas dengan nilai 86-100 sebanyak 6 siswa 21,42% dengan kategori sangat baik (A) dan nilai 71-85 sebanyak 22 siswa 78,57% dengan kategori baik (B). Hal ini sudah mencapai indikator pencapaian nilai yaitu KKTP 70 sebanyak 100% dari seluruh jumlah siswa.

 

Downloads

Published

2024-04-09