PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIDANG STUDI FIQH PADA SISWA KELAS IV SDN 25 SEKABAU

Authors

  • Bety Sekolah Dasar Negeri 25 Sekabau Kabupaten Sambas

Keywords:

kooperatif tipe jigsaw, hasil belajar, fiqih

Abstract

Guru berperan sebagai fasilitator yang berfungsi sebagai jambatan penghubung ke arah pemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan peserta didik sendiri. Guru tidak hanya memberikan pengetahuan pada peserta didik, tapi juga harus membangun pengetahuan dalam pikirannya. Peserta didik mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam menetapkan ide-ide mereka ini sendiri. Oleh karena itu, seorang guru atau calon guru tidak saja harus dapat menguasai pelajaran, tetapi seorang guru dituntut untuk dapat membangkitkan minat belajar peserta didik dengan berbagai model pembelajaran yang tepat agar peserta didik termotivasi untuk belajar, dan peserta didik dapat meraih keberhasilan belajar dengan sebaik-baiknya. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini, setiap peserta didik pada masing-masing kelompoknya mempunyai tanggung jawab terhadap materi yang diberikan pada peserta didik dalam bentuk teks. Setiap anggota dari dalam kelompok yang berbeda dengan topik yang sama bertemu untuk diskusi antar ahli saling membantu satu sama lain tentang topik pembelajaran yang ditugaskan. Kemudian para anggota kelompok itu kembali pada kelompoknya masing-masing untuk menjelaskan kepada anggota kelompoknya tentang materi pokok yang telah dipelajari. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari perencanaan, melakukan tindakan, mengamati dan merefleksi. Penelitian tindakan kelas (PTK) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan rasional dan tindakan pendidik dalam melaksankan tugas sehari-hari, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan serta memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran tersebut dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran. menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan memperoleh kategori baik dalam memahami materi usia baligh’ pada kelas IV di SDN 25 Sekabau. Pengamatan aktivitas guru pada pelaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II sudah mencapai kategori baik, yaitu pada siklus I memperoleh skor 94,1 dan lebih meningkat lagi pada siklus II yaitu 98,0 dan dua siklus tersebut mencapai kategori baik. Dan hasil ini sudah memenuhi target yang diharapkan. Pengamatan aktivitas belajar peserta didik pada pembelajaran siklus I yaitu memperoleh nilai sebesar 73,9 dan masih dalam kategori cukup. Dan aktivitas belajar peserta didik pada pembelajaran siklus II mengalami peningkatan yaitu memperoleh skor 85, dan termasuk dalam kategori baik siklus II mengalami peningkatan dan mencapai nilai optimal, yaitu pada pre-test II dengan memperoleh skor 80 dan termasuk kedalam kategori baik dan post-test II memperoleh skor 96 dengan kategori baik dan memperoleh hasil yang sangat memuaskan.

Downloads

Published

2024-04-09