MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI ZAKAT PADA PESERTA DIDIK KELAS V MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SDN 20 SUNGAI TENGAH
Keywords:
Hasil belajar, materi zakat, problem based learningAbstract
Rendahnya hasil belajar pelajaran PAI peserta didik tersebut mengindikasikan ada “sesuatu yang salah“ dalam pembelajarannya. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman pribadi penulis selama proses pembelajaran berlangsung, faktor penyebabnya antara lain 1) aktivitas belajar peserta didik sangat rendah; terindentifikasi dari minat bertanya peserta didik kurang, kurang berani mengemukakan pendapat, kurang berani mengajukan gagasan, tidak mau mengajukan hipotesis, kurang percaya diri, kurang mau menyiapkan diri dalam belajar. Aktivitas belajar merupakan kegiatan dalam proses belajar seperti bertanya, mengajukan pendapat, mendiskusikan bahan ajar, mengerjakan tugas-tugas, serta interaksi peserta didik dengan peserta didik, peserta didik dengan bahan ajar, peserta didik dengan sumber belajar. 2) nilai hasil belajar fisika peserta didik cukup rendah. Penelitian Tindakan Kelas ini dalam analisis data menggunakan model spiral dari kemmis dan Taggart yang terdiri dari beberapa siklus tindakan dalam pembelajaran berdasarkan refleksi mengenai hasil dari tindakan- tindakan pada siklus sebelumnya, dimana setiap siklus tersebut terdiri dari empat tahapan yang meliputi perencnaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi) dan refleksi. Pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) adalah sebuah model pembelajaran yang memanfaatkan masalah yang nyata, dengan tujuan mempersiapkan dan membiasakan siswa menghadapi masalah yang akan dihadapi dalam kehidupannya. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan penerapan model problem based learning pada materi zakat dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 20 Sungai Tengah Kecamatan Paloh. Peningkatan tersebut terlihat dari nilai rata-rata posttest siklus I yaitu 66,50 dengan nilai ketuntasan mencapai 35%. Sedangkan nilai rata-rata posttest siklus II yaitu 82 dengan nilai ketuntasan mencapai 90%. Dengan demikian penerapan model problem based learning dianggap berhasil dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi zakat karena telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.
